| |
| |
|
| Home
> Kabar Seputar Problem Listrik |
Evaluasi
e-Government
Mulai dari Masalah Listrik Hingga SDM
Karena satu jam kemudian, listrik mati lagi. “Dalam
satu hari, kadang dua sampai tiga kali listrik mati,” keluh
Petrus. Akibatnya, pekerjaan yang tadinya sudah mulai menggunakan
cara-cara elektronik, kembali dilakukan secara manual. “Byar
pet”-nya listrik diakui pria yang sehari-harinya menjabat
sebagai kepala KPDE Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung, ini sangat menganggu aktivitasnya maupun para pegawai
lainnya. Maklum sebagian besar pekerjaan Pemkab Bangka dituntaskan
dengan menggunakan komputer seiring diimplemen-tasikan-nya e-government.
“Listrik jadi penghambat jalannya
e-government,” imbuh pria asal Palembang ini kepada
e-Indonesia ketika menyambanginya di kantor Pemkab Bangka beberapa
waktu lalu.
Iya, dari hasil penelitian yang dilakukan Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara bekerja sama dengan Majalah e-Indonesia
belum lama ini, listrik menjadi salah-satu kendala dalam pengimplementasian
e-government terutama di daerah luar Jawa. Sebut saja di Kutai,
Pontianak, Palu, Sinjai, Kepulauan Bangka Belitung, dan banyak
lagi. PLN sendiri, menurut Sunggu Anwar Aritonang, direktur Niaga
dan Pelayanan Pelanggan PT PLN (Persero), tidak tinggal diam.
Setidaknya, bagi daerah di luar Jawa, Bali, dan Sumsel yang mengalami
krisis daya pembangkit disiapkan dua solusi jangka pendek dan
panjang. Untuk jangka pendek, PLN mendorong pelanggan menggunakan
listrik secara hemat dan di luar waktu Beban Puncak (LWBP) serta
membatasi pemakaian listrik pelanggan besar (B3, I2, I3, I4, P2)
dengan pengenaan dis-insentip dan insentip. Kebijakan ini dikenal
dengan Program Dayamax Plus.
Nah, untuk program jangka Panjang, lanjut Sunggu,
akan melakukan berbagai terobosan. “Akan
dilakukan di-versifikasi energi primer, pembangunan pembangkit
baru, program pembangunan 10.000 MW, serta program VISI 75-100
yang menargetkan pada 2020 seluruh nusantara sudah terlistriki,”
papar Sunggu. Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Eddie Widiono
sendiri dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa masalah utama
yang dihadapi PLN adalah investasi untuk mempercepat kelistrikan.
“Tidak mungkin PLN membangunan sendiri.
Karena itu kami perlu investor untuk turut membangunan listrik
kita,” kata Eddie.
Selain listrik, masih banyak hal yang mengganjal
dalam implementasi e-government yang terungkap dari hasil penelitian
bertajuk “Evaluasi Penerapan e-Government”
itu. Penelitian mencakup 12 kabupaten/kota yang tersebar di Kepulauan
Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan sekitarnya. Daerah
tersebut adalah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Jambi), Kabupaten
Bangka (Kepulauan Bangka Belitung), Kota Depok (Jawa Barat), Kota
Bogor (Jawa Barat), Kabupaten Sragen (Jawa Tengah), Kota Pekalongan
(Jawa Tengah), Kota Surabaya (Jawa Timur), Kota Pontianak (Kalimantan
Barat), Kabupaten Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), Kota Pontianak
(Kalimantan Barat), Kota Palu (Sulawesi Tengah), Kabupaten Sinjai
(Sulawesi Selatan), dan Kota Denpasar (Bali).
(Majalah e-Indonesia Vol.III/No.22
Tahun 2007)
---------------------------------------------------------------------------------------------
Warnet Disambar Petir
"Waktu itu hujan besar,
kebetulan warnet saya sedang ramai pengunjung. Saya selalu khawatir
bila hujan turun karena perangkat utama warnet adalah
komputer yang rentan terhadap petir". Demikian tutur pemilik
warnet ini berujar.
Hari itu mungkin bagi nasib Suherman sedang
tidak beruntung, tidak
lama berselang apa yang dikhawatirkan terjadi. Tiba-tiba petir
menyambar, entah apa yang mengenai petir tersebut yang pasti 5
dari 10 komputer yang melengkapi warnet tersebut "jebol"
terkena sambaran petir yang tak terduga-duga. Tak pelak pemiliki
warnet ini pun terkejut melihat komputernya seketika mati / shotdown.
Pengunjungpun tak beda kagetnya, melihat komputer yang sedang
dipakai tiba-tiba mati.
Setelah beberapa lama mengutak-atik komputer miliknya,
Suherman pun mengatakan kepada pengunjung bahwa komputernya rusak.
"Mungkin kena sambaran petir tadi,
sehingga komputer mengalamai kerusakan"...ujar pemilik
warnet ini. Sebenarnya beberapa komputer yang dipakai diwarnet
Suherman ini telah dilengkapi dengan stabilizer (alat pen-stabil
tegangan listrik red.) walau tidak semua memakai. Tapi mengapa
kerusakan tetap terjadi?
Kalo sudah begini kerugian biaya pun tak dapat dihindarkan
yang otomatis mengurangi pemasukan warnet. Dari dulu sebenarnya
Suherman sudah menyadari akan pentingnya alat pengaman perangkat
listrik tapi Suherman bingung harus menggunakan alat apa karena
fungsi stabilizer yang ada dipasaran bukanlah alat yang tepat
untuk menghindari dari efek sambaran petir. Stabilizer tidak dapat
menahan voltase yang besar / extrem power, yang datang tiba-tiba,
baik dari sambaran petir maupun listrik dari gardu / PLN. (@ndis)
(MSE)
---------------------------------------------------------------------------------------------
PLN Mulai
Antisipasi Trafo Listrik Meledak
Guna mengamankan listrik selama Lebaran, PT PLN Distribusi
Jawa Barat dan Banten (DJBB), menyiapkan sebanyak 750 personel
untuk mengamankan pasokan listrik. Personel tersebut, disiapkan
terutama di daerah tujuan mudik untuk mengantisipasi terjadinya
pemadaman akibat kelebihan kapasitas kemampuan trafo. Biasanya,
trafo tersebut terkena gangguan hingga meledak.
Demikian diungkapkan General Manajer PT PLN DJBB,
Murtaqi Syamsuddin, kepada wartawan usai mengikuti upacara memperingati
ke-60 Hari Listrik Nasional, di Kantor PLN APJ Bandung, Kamis
sore (27/10/07). Hadir dalam kesempatan itu seluruh pejabat dan
pegawai PT PLN se-Jabar dan Banten serta tamu undangan lainnya.
Dia menjelaskan, secara keseluruhan, beban listrik Jawa Bali pada
saat Idulfitri, mengalami penurunan. Dari biasanya beban puncak
mencapai 14 ribu MW, pada saat libur Lebaran, turun menjadi 8
ribu MW. Keadaan itu secara sistem Jawa Bali, jauh dari aman.
"Penurunan itu akibat industri, pabrik,
dan perkantoran libur dan banyak warga yang bepergian ke luar
kota," kata Murtaqi.
Sebaliknya, menurut Murtaqi, untuk di daerah tujuan
mudik justru terjadi peningkatan pemakaian listrik, seperti di
Tasikmalaya, Cirebon, Indramayu, Ciamis, Kuningan, Cianjur Selatan,
dan tujuan mudik lainnya. Akibat peningkatan itu, sering kali
menyebabkan terjadinya gangguan listrik, sehingga mengganggu kenyamanan
dan kekhidmatan umat Islam dalam merayakan Lebaran.
Gangguan
Gangguan yang muncul, menurut Murtaqi, biasanya akibat trafo meledak
karena melebihi pemakaian dari kapasitas trafo tersebut. "Misal,
trafo berkekuatan 50 kva yang cukup untuk menampung keperluan
listrik 20 ribu orang, tapi karena banyaknya pemudik, jumlahnya
mengalami peningkatan jadi 50 ribu orang. Karenanya, pemakaian
menjadi lebih banyak dan terjadilah trafo meledak,"
ujarnya.
(PR Bandung)
---------------------------------------------------------------------------------------------
Gardu Listrik
Meledak, Empat Orang Cidera
Bagian sel yang berada dalam Gardu Induk (GI) Setiabudi
20 kV, Jakarta Selatan pada Minggu sekira pukul 12:26 WIB (24/06/07)
meledak dan terbakar, sehingga menyebabkan sejumlah orang mengalami
luka-luka. General Manager Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban
Jawa Bali, Muljo Adji, mengatakan bahwa akibat terbakarnya GI
tersebut alat pengaman otomatis segera membuka transmisi 150 kV
jalur Cawang-Setiabudi, sehingga pasokan listrik ke wilayah Setiabudi
dan Dukuh Atas terputus. “Akibatnya,
pelanggan listrik dengan beban 64 MW mengalami pemadaman,”
katanya.
Wilayah pemadaman antara lain sebagian Menteng, Setiabudi,
Tebet, Sudirman, dan Thamrin. Menurut dia, sebagian pelanggan
yang mengalami pemadaman akan segara dialihkan ke GI lain yang
tidak ikut terganggu. Muljo menambahkan, penyebab kejadian masih
dalam pemeriksaan baik oleh aparat kepolisian maupun teknisi PLN.
Namun, diduga karena ada hubungan singkat. “Kami
mohon maaf atas kejadian ini,” katanya. Berdasarkan
informasi yang dikumpulkan, akibat kejadian tersebut sebanyak
empat orang mengalami luka-luka dan telah dibawa ke rumah sakit
terdekat.
(Antara News)
---------------------------------------------------------------------------------------------
KE ATAS l HALAMAN
BERIKUTNYA l KE
HALAMAN DEPAN
|
|
| |
|
|
| |
|
PT. MULTI SOLUSI
ELEKTRINDO
Kantor Pusat
Jl. Dr. Krt. Radjiman Widyodiningrat
No. 7
Jatinegara – Jakarta Timur (13930), Indonesia
Telp. : (021) 94217544, 92341914, 91004341, Fax : (021) 46835708
Website : www.multisolusielektrindo.com
Email : info@multisolusielektrindo.com
Workshop
Jl. Wibawa Mukti II No. 17, Jati Asih
– Bekasi, Indonesia
Telp. : (021) 71338731, 91004341
|
|
| |
|
|
|
|